Senin, 22 September 2014

pertemuan 1 instalasi eclipse dan pembuatan AVD


Tutorial Instalasi Eclipse dan Android SDK (Windows)


    Sebelum memulai langkah-langkah instalasi Eclipse dan Android SDK pastikan komputer teman telah terinstal Java SE Development Kit (JDK) yang bisa diunduh di alamat http://www.oracle.com/technetwork/java/javase/downloads/index.html. Ukuran file installer JDK tersebut kurang lebih 78 MB.
 

Jangan terburu-buru melaksanakan langkah demi langkah pada tutorial berikut, tetapi pahami dan baca dulu keseluruhan langkah agar tidak bingung.
Langkah-langkah instalasi Eclipse :
  1. Download file Eclipse Classic (ukuran kurang lebih 171 MB) di alamat  http://www.eclipse.org/downloads/
  2. File hasil download berbentuk .zip, kemudian uncompress file tersebut dengan tools-tools seperti WinRar
  3. Setelah diekstrak, maka akan dihasilkan folder eclipse, kemudian pindahkan folder tersebut di hardrive/lokasi yang mudah diakses
  4. Eclipse tidak memerlukan instalasi. Dalam folder eclipse akan ditemukan file eclipse.exe. Untuk membuka program eclipse tersebut cukup dilakukan eksekusi file eclipse.exe tersebut.
  5. Tampilan halaman awal eclipse akan tampak sebagai berikut :
  6. Selanjutnya yaitu melakukan instalasi plugin ADT Eclipse. Pastikan komputer telah terkoneksi dengan internet. Klik menu Help -> Install New Software. Klik Add pada sudut kanan atas dialog. Pada dialog Add repository, masukkan name “ADT Plugin”, lalu  masukkan URL https://dl-ssl.google.com/android/eclipse/. Klik OK.
  7. Pada dialog Available Software, pilih checkbox Developer Tools, kemudian klik Next dan Next. Tunggu hingga selesai dan klik button Finish.
  8. Restart Eclipse Anda.
Langkah-langkah instalasi Android SDK :
  1. Download file Android SDK (ukuran kurang lebih 32 MB) di alamat http://developer.android.com/sdk/index.html
  2. Pada halaman tersebut akan ada dua pilihan installer. Jika Anda pilih yang .zip maka tidak perlu melakukan instalasi (cukup di-uncompress). Sedangkan jika Anda pilih yang recommended dalam bentuk .exe, maka nantinya Anda akan melakukan instalasi dengan mengeksekusi file .exe tersebut. Keduanya memiliki isi/file yang sama, tidak ada perbedaan.
  3. Untuk tutorial ini akan lebih mudah jika Anda mendownload versi Android SDK yang berekstensi .zip. Dengan demikian Anda hanya tinggal meng-uncompress file .zip tersebut.
  4. Hasil uncompress file .zip tersebut adalah sebuah folder dengan nama android-sdk-windows. Letakkan/pindahkan folder tersebut dimanapun agar mudah diakses. Misalnya di dalam folder eclipse yang sudah ada sebelumnya.
  5. Pastikan Anda terhubung ke internet. Eksekusi file  SDK Manager.exe, kemudian klik button Update All untuk melakukan update library secara otomatis hingga selesai. Proses ini akan memakan waktu lama apabila Anda ingin memasang semua library untuk berbagai jenis tipe Android OS, karena jika semuanya terinstal kurang lebih akan memakan 2GB harddrive Anda. Sebenarnya ada cara lain agar Anda tidak perlu melakukan update via online, yaitu secara offline. Caranya yaitu dengan melakukan copy paste seluruh folder dan file android-sdk-windows milik orang lain yang sudah berhasil terinstal.

Langkah menghubungkan Eclipse dengan Android SDK :
  1. Buka Eclipse, kemudian masuk ke menu Window -> Preferences, lalu klik Tab Android
  2. Pada dialog tersebut klik button Browse, kemudian arahkan ke path/lokasi folder android-sdk-windows Anda.
  3. Klik Apply, maka akan muncul beberapa macam library yang siap digunakan, seperti tampak pada gambar berikut.
  4. Klik OK, selamat, sekarang Anda sudah siap melakukan uji coba membuat aplikasi Android menggunakan Eclipse. 

Pembuat Android Virtual Device (AVD)

         Selanjutnya, kita akan membuat Android Virtual Device (AVD) yang merupakan emulator untuk menjalankan program aplikasi Android yang kita buat. AVD ini nantinya akan kita jadikan media test untuk menjalankan aplikasi Android yang kita buat, dimana AVD berjalan di Virtual Machine. Untuk membuat AVD dapat dilakukan dari IDE Eclipse dengan cara mengklik menu Windows > Android Virtual Device Manager lalu klik New. Lihat Gambar Berikut :
Buat Emulator pertama dengan settingan seperti berikut :
AVD Name   :  Android_4.4_Kit_Kat
Device           :  3.4 WQVGA (240 x 432: hdpi)
Target            :  Android 4.4 API Level 19
Lihat Gambar Berikut :
Nama dari AVD hanya penamaan saja, Anda diperbolehkan untuk membuat nama AVD dengan nama lain, tetapi dianjurkan sesua dengan targetnya untuk memudahkan mengetahui AVD apa yang sedang running. Target disini maksudnya adalah bahwa AVD yang kita buat adalah android diatas platform 4.4 Kit Kat.
Dalam Tulisan ini Saya hanya membuat satu buah Emulator, karena Android SDK bisa membuat emulator dengan versi yang berbeda sesuai yang terinstal. Selanjutnya, mari kita uji coba emulator yang baru saja kita buat dengan mengklik AVD Name. Lalu Klik Start > Launch.
Saat pertama kali dijalankan memang emulator akan loading dengan waktu yang cukup lama. Untuk itu jika emulator sudah tampil jangan di tutup dulu, karena emulator akan loading dari awal lagi. jik berhasil akan tampil seperti gambar berikut : 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar